Sejarah
Semua perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Pada awal tahun 2024, di tengah hiruk-pikuk industri kesehatan yang semakin instan, lahirlah sebuah ide sederhana namun ambisius.
Sumbagold tidak lahir di gedung pencakar langit, melainkan dari diskusi hangat 6 orang pemuda yang memiliki keresahan yang sama: “Mengapa produk kesehatan alami yang luar biasa dari tanah air sendiri justru sering terlupakan?”
Keenam pionir ini bukan sekadar rekan kerja, mereka adalah sahabat yang percaya bahwa alam Indonesia, khususnya Pulau Sumbawa, menyimpan rahasia kesehatan yang tak tertandingi oleh bahan kimia manapun. Banyak orang di sekitar kami saat itu bertanya-tanya, "Kenapa harus susu kuda liar? Bukannya itu kuno?". Namun, saat itulah kami berjanji bahwa 'kuno' akan kami ubah menjadi 'ikonik'. Kami percaya bahwa alam Indonesia, khususnya dari tanah Sumbawa yang gersang namun kaya, menyimpan "Emas Putih" yang tak tertandingi oleh teknologi manapun.
Setiap kotak Sumbagold yang Anda lihat hari ini adalah hasil dari keringat, tawa, dan air mata enam orang itu. Kami memulai dengan hati sampai saat ini jumlah anggota kami terus bertambah. Bagi kami, Sumbagold bukan sekadar produk yang kami jual, melainkan sebuah pembuktian bahwa dari sebuah visi kecil di tahun 2024, sebuah perubahan besar bagi kesehatan bangsa Indonesia telah dimulai.
Kini, Sumbagold terus tumbuh. Namun, kami tidak pernah lupa pada akar kami. Kami tetaplah tim kecil yang punya mimpi besar: Menyehatkan bangsa dengan kearifan lokal.
Ruang Sempit dengan Visi yang Melangit
Ruang itu menjadi saksi bisu lahirnya komitmen kami: bahwa kesehatan premium tidak harus datang dari laboratorium luar negeri, tapi bisa lahir dari kekayaan tanah air sendiri.
Menantang Arus: Mengubah “Kuno” Menjadi “Ikonik”
Kami ingin membuktikan bahwa emas putih dari Sumbawa bisa dikemas secara modern, higienis, dan elegan tanpa menghilangkan khasiat aslinya yang melegenda.
Dedikasi Dua Belas Tangan di Balik Kemasan Pertama
Sumbagold bukan lahir dari mesin otomatis yang dingin, melainkan dari dua belas tangan yang bekerja dengan penuh cinta.

